Tampilkan postingan dengan label Fakta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fakta. Tampilkan semua postingan

Perkembangan SDIT Al Madinah PEKANBARU



Nasehat Indah
Ustadzuna Lukman Baabduh
Intisarinya:



·        + Beliau Ust Lukman baabduh menilai akan keseriusan Ust Iqbal dan Abu Hammam serta Bang Adly untuk mempertahankan dawah Salaf ini dan mereka telah mengakui kesalahan selama ini serta berusaha memperbaiki dakwah di Al Madinah untuk kembali murni dengan beberapa upaya yang telah terwujud diantaranya  MENGELUARKAN MAUDUDY DAN PENGIKUTNYA DARI ALMADINAH PEKANBARU
·         

Jika Mereka Bilang..... Ini Jawaban Kami !!!



1. Jika mereka mengatakan "Ulama sudah berfatwa,mengapa mencari fatwa lagi??"

Ini adalah syubhat pertama yang sering di lontarkan dari lisan-lisan mereka, yang dimana menganggap bahwa kita selalu mencari fatwa yang sesuai dengan hawa nafsu kita. Mereka beranggapan bahwa kita mencari-cari fatwa yang sesuai dengan hawa nafsu kita dengan cara menanyakan kepada syaikh selain syaikh robi bin hadi al madkholy. Hendaknya kita harus lebih cerdas dalam berfikir apalagi bertindak, jangan samapai ucapan kita tidak sesuai dengan kenyataan.

Purwito pendusta benarkah???

  


 





Alhamdulillah, akhirnya Allah nampakkan kejahatan dan kedustaan Purwito alias Abdul Ghofur pemilik situs "tukpencurialhaq".
Katanya tidak punya akun facebook? Tapi data screenshoot murahannya bersumber dari facebook? (Lihat foto 1)
Ibnu Mas’ud menuturkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda
,عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِى إِلَى الْبِرِّ وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِى إِلَى الْجَنَّةِ وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ صِدِّيقًا وَإِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ فَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِى إِلَى الْفُجُورِ وَإِنَّ الْفُجُورَ يَهْدِى إِلَى النَّارِ وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَكْذِبُ وَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ كَذَّابًا
“Hendaklah kalian senantiasa berlaku jujur, karena sesungguhnya kejujuran akan megantarkan pada kebaikan dan sesungguhnya kebaikan akan mengantarkan pada surga. Jika seseorang senantiasa berlaku jujur dan berusaha untuk jujur, maka dia akan dicatat di sisi Allah sebagai orang yang jujur. Hati-hatilah kalian dari berbuat dusta, karena sesungguhnya dusta akan mengantarkan kepada kejahatan dan kejahatan akan mengantarkan pada neraka. Jika seseorang sukanya berdusta dan berupaya untuk berdusta, maka ia akan dicatat di sisi Allah sebagai pendusta.” (HR. Muslim no. 2607)

Syaikh Robi' = Saya benci dikatakan imam jarh wa ta'dil



Seorang penanya berkata : “Semoga Allôh menjaga Anda, bagaimana cara kita beribadah kepada Allôh Azza wa Jalla dengan ilmu jarh wa ta’dîl yang merupakan ilmu paling mulia?”
Jawab :
Apabila kalian sudah mencapai tingkatan ilmu, waro’ (kehati-hatian), zuhud dan ikhlas hanya mengharapkan wajah Allôh, niscaya kalian akan mengetahui bagaimana cara ber-taqorrub (beribadah mendekatkan diri) kepada Allôh dan melindungi agama ini dengan menggunakan ilmu tersebut (jarh wa ta’dîl). Sesungguhnya ilmu jarh wa ta’dîl itu adalah ilmu yang agung, yang tidak boleh dibahas kecuali hanya segelintir figur tertentu, bahkan mayoritas pembesar ulama hadits saja banyak yang tidak dianggap sebagai ulama jarh wa ta’dîl.

Admin Situs pemakan Bangkai PENDUSTA






Allah Ta’ala berfirman.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِّنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan berprasangka, karena sesungguhnya sebagian tindakan berprasangka adalah dosa dan janganlah kamu mencari-car kesalahan orang lain” [Al-Hujurat : 12]

Dalam ayat ini terkandung perintah untuk menjauhi kebanyakan berprasangka, karena sebagian tindakan berprasangka ada yang merupakan perbuatan dosa. Dalam ayat ini juga terdapat larangan berbuat tajassus. Tajassus ialah mencari-cari kesalahan-kesalahan atau kejelekan-kejelekan orang lain, yang biasanya merupakan efek dari prasangka yang buruk.

Syaikh Ali Alhalaby menganut faham penyatuan agama.



Assalamu’alaikum Syaikh, apa jawabanmu tentang kasus yang banyak beredar tentangmu seputar tuduhan penyatuan agama ??? 

Aku telah menjawabnya puluhan kali, dan aku menjelaskan berlepasnya diriku kepada Allah dari tuduhan yang dusta ini, dari perkataan kufur ini. Yang mana perkataan ini (penyatuan agama) tidak mungkin dikatakan oleh manusia yang paling rendah kwalitas keislamannya serta paling sedikit ilmunya.

Aku katakan, sepanjang hidup kami, kami memerangi hizbiyyah, fanatik madzhab, fanatik sekte, fanatik aliran. Dan kami menolak dengan keras penyatuan madzhab-madzhab menyimpang dengan ahlus sunnah. 


Lebih Baik mendengar musik !!!! By: Saiful ...



Allah ta’ala berfirman :
وَلا تَقُولُوا لِمَا تَصِفُ أَلْسِنَتُكُمُ الْكَذِبَ هَذَا حَلالٌ وَهَذَا حَرَامٌ لِتَفْتَرُوا عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ إِنَّ الَّذِينَ يَفْتَرُونَ عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ لا يُفْلِحُونَ
“Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta "Ini halal dan ini haram", untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tiadalah beruntung” [QS. An-Nahl : 116].

Ibnu Katsiir rahimahullah berkata :
ويدخل في هذا كل من ابتدع بدعة ليس [له] فيها مستند شرعي، أو حلل شيئا مما حرم الله، أو حرم شيئا مما أباح الله، بمجرد رأيه وتشهِّيه
“Dan yang termasuk dalam hal ini adalah setiap orang yang melakukan bid’ah yang tidak didasarkan pada sandaran syari’at, atau orang yang menghalalkan apa yang diharamkan oleh Allah, atau mengharamkan apa yang dihalalkan oleh Allah yang hanya didasarkan oleh pendapat dan hawa nafsunya semata” [Tafsir Al-Qur’aanil-‘Adhiim, 4/609].

Langkah mana yang kan kau pilih??



Fatwa Syaikh ‘Abdul Muhsin Al ‘Abbad -hafizhahullah-
Penanya:
Syaikh kami –semoga Allah selalu menjaga Anda-, termasuk taufiq yang Allah berikan kepada kebanyakan para penuntut ilmu, yaitu menghadiri (kajian) Muqaddimah Shahih Muslim melalui penjelasan Anda. Akan tetapi nikmat ini, yaitu kaedah-kaedah yang disebutkan oleh Imam Muslim menjadi rancu atas sebagian (mereka). Diantara mereka, ada yang mengaplikasikannya terhadap sebagian saudaranya dari kalangan ahli sunnah.
Apabila ada seorang ulama berijtihad membid’ahkan seseorang, namun (ulama) yang lain menyelisihinya, maka mereka mengharuskan yang selain mereka untuk membid’ahkannya. Kemudian mereka berpindah kepada orang-orang yang menyelisihi mereka, lantas mereka pun memboikotnya dan memperingatkan manusia agar menjauh darinya, dengan keyakinan bahwa inilah manhaj Salaf.

Sang "jagal" pemutus Silaturahmi


Orang yang tidak menjaga tali persaudaraan dia terancam dengan hukuman di dunia maupun di akhirat. Di antara kerugian duniawi yang akan menimpa pemutus tali silaturrahim: dia akan terputus dari kasih sayang Allah,sebagaimana firman-Nya dalam hadits qudsi,
“مَنْ وَصَلَكِ وَصَلْتُهُ، وَمَنْ قَطَعَكِ قَطَعْتُهُ”.
“Barang siapa menyambungmu (silaturrahmi) maka Aku akan bersambung dengannya, dan barang siapa memutusmu (silaturrahmi); maka Aku akan memutuskan (hubungan)Ku dengannya”. HR. Bukhari dari Abu Hurairah.
Ganjaran di akhirat bagi pemutus tali silaturrahim lebih mengerikan lagi! Terhalang untuk masuk surga! Na’udzubillahi min dzalik…
Dari Jubair bin Muth’im bahwa Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam bersabda,
“لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ قَاطِعٌ”.
“Tidak akan masuk surga pemutus (silaturrahim)”. HR. Bukhari dan Muslim.
Dari keterangan hadits di atas hendaknya kita harus berhati-hati dalam bermuamalah sesama ikhwan. sering kali terlontar dari mulut kita ucapan yang dapat memancing emosi dan mengakibatkan percecokan sehingga salah satu dari kita melontarkan ucapan yang hendak memutuskan hubungan silaturahmi. berhati-hatilah wahai ikhwan dalam perkara ini.

AURAT IDAHRAM, “PEMBELA SYIAH DAN PENGADU DOMBA AHLUSSUNNAH“ ITUPUN AKHIRNYA DITELANJANGI OLEH ALLAH!!!

Masih ingatkah Anda dengan buku ““SEJARAH BERDARAH SALAFY WAHABI”?
Masih ingatkan Anda dengan buku “Mereka memalsukan kitab-kitab karya ulama klasik”?
Masih ingat buku “ulama sejagat menggugat salafi wahhabi”?
Siapakah penulisnya?



Penulisnya mengaku sebagai “Syaikh Idahram”! padahal namanya Marhadi Muhayyar.
Ketiga buku yang disebut sebagai Trilogi kesesatan wahabi itu pernah kami jelaskan kebohongan-kebohongannya dalam link-link berikut:

http://old.gensyiah.com/waspada-buku-sejarah-berdarah-sekte-salafi-wahabi-mengusung-faham-rafidhah-syiah-iran.html

http://old.gensyiah.com/serial-aurat-buku-syaikh-idahram-2-bag-1.html

http://old.gensyiah.com/serial-aurat-buku-syaikh-idahram-2-bag-2.html
anda penasaran, seperti apa orangnya? Lalu bagaimana nasibnya?

Asy-Syaikh Abdullah Mar'i ditanya tentang Radio Rodja




Asy-Syaikh Abdullah Mar'i

 ditanya tentang Radio Rodja


oleh أبو المنذر الجاكرتي pada 08 Juni 2011 jam 2:01
بسم الله الرحمن الرحيم

Seorang penanya berkata: Di negeri kami di Indonesia ada sebuah radio yang namanya Radio Rodja. Beberapa dai salafiyin berbeda pendapat tentangnya dimana sebagian mereka ada yang mengatakan bahwa pembicara-pembicaranya dari kalangan hizbiyin maka tidak boleh menganjurkan orang untuk mendengarkannya. Sedangkan sebagian lainnya ada yang mengatakan bahwa mendengarkan radio ini sebatas mengerjakan yang paling kecil kerusakannya demi menghindar dari kerusakan yang lebih besar. Pertanyaannya: Apa sikap kami sekarang dari perkara ini terlebih lagi bahwa perkara ini akan diutarakan insyaAllah kepada ulama,,,

Jawab: Kesimpulannya, makna yang seperti ini, sudah sepatutnya bagi ikhwah apabila terjadi yang seperti ini, dan biasanya bahwa masalah-masalah seperti ini terjadi perbedaan sudut pandang yang menyebabkan kepada ikhtilaf. Dimana ada yang membolehkan dan ada yang melarang. Diatasnya terjadi perbedaan sudut pandang.

LIPIA di pandangan Ulama



LIPIA DI PANDANGAN ULAMA




Tentang Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) Jakarta 
Penanya: Assalamu'alaikum Syaikhanaa 

Asy-Syaikh: Wa'alaikum salam warahmatullah 

Penanya: Saya seorang penuntut ilmu Universitas Islam Madinah dari Indonesia

Asy-Syaikh: Hayyaakallahu

Penanya: Di negeri kami ada sebuah Universitas cabang Universitas Muhammad bin Su'uud (Riyadh)

Asy-Syaikh: iya, saya mengetahui tentangnya, dan saya mengetahui para pengurusnya.




Penanya: Padanya ada sebagian pengajar yang terpengaruh dengan manhaj Ikhwanul Muslimin, maka apa nasehat anda wahai Syaikh? Karena sebagian penuntut ilmu mentahdzir Universitas ini dan sebagian mereka tidak mentahdzirnya.

Asy-Syaikh: tidak, tidak, tidak, tidak, tidak, tidak! Universitas tersebut manhajnya selamat(benar)


Sang Kyai ternyata tidak lebih cerdas dari Sang Paduka ...


SANG KYAI TIDAK LEBIH CERDAS DARI SANG PADUKA




Anto Abu Rayhan : bismillah. kalau saya amati, nalar yang dikembangkan oleh sang syaikh dan abu khaleed dalam menganalisa persoalan hampir sama, sempit, semangatnya hanya pembelaan, berstandar ganda dan yang jelas tidak menyentuh substansinya

Abu Khateed : hehe,, fanatikus Sang Kyai dan Sang Paduka muncul disini..

 Anto Abu Rayhan : hehe.. nggak juga Pak. Mereka manusia, bisa benar bisa salah.


 Abu Khaleed : Alhamdulillah kalau antum menyadari demikian, mudah-mudahan lisan halnya juga demikian.. Menurut nalar antum, tulisan pak askari yang terakhir itu gimana? ana katakan sempit, karena hanya berkutat pada rekomendasi sejumlah para ulama kepada Syaikh Rabii, namun mengabaikan sejumlah kritikan yang juga muncul dari sejumlah para ulama yang lain seperti Syaikh Albani dan Syaikh Abdulmuhsin. dan rekomendasi2 itu juga tidak menunjukkan bahwa Syaikh Rabii anti kritik. akan katakan semangat tulisan itu hanya pembelaan (yang membabi buta) dan tidak menyentuh substansinya, karena baik pak askari dan pak lukman, sampai saat ini tidak membahas poin perdebatan sebenarnya, yaitu persoalan tasyaddudnya Syaikh Rabii, apakah Tahdzir Syaikh Rabii selalu benar, apakah yang berbeda dengannya harus menjadi ahli bid'ah? ana katakan berstandar ganda, karena mengesankan yang mendapat rekomendasi dari ulama kibar hanya Syaikh Rabii dan yang sejalan dengannya, Syaikh Rabii gak boleh dicela, harus dijaga kehormatannya, sementara Syaikh Rabii sendiri dan para pengikutnya sangat mudah mencela dan menjatuhkan kehormatan orang lain?


Klarifikasi Ust Sofyan atas tuduhan Semena-mena




KLARIFIKASI UST SOFYAN ATAS 

TUDUHAN SEMENA-MENA


Klarifikasi Ustadz Sofyan Chalid Ruray Seputar Tuduhan Semena-mena Kepadanya di Kajian Ahad, Masjid Al Muhajirin, Slipi, Jakarta

Segala puji hanya milik Allah, Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam.


Berikut ini adalah klarifikasi yang Ustadz Sofyan Chalid Ruray berikan kepada beberapa ikhwah yang bertanya kepadanya seputar tuduhan dan tahdzir yang disuarakan dari seorang Ustadz di pengajian Ahad, di Masjid Al-Mujahidin Jl.Anggrek Nelimurni VII Blok-A Slipi, Jakarta.


Bertolak kepada hadits Rasulullah Shallalahu 'Alaihi Wasallam ((Bantulah temanmu dzalim atau didzalimi...)) maka saya menganggap perlu menampilkannya dipublik agar diketahui bahwa diantara mereka yang mengaku ngaji salaf ada orang-orang yang sengaja melakukan pembusukan dari dalam. Semoga hal ini diwaspadai baik oleh duat maupun ikhwan sekalian.


Isi klarifikasi sbb:


1. Tuduhan bahwa saya (Sofyan) melecehkan Syaikh Rabi' hafidzahullah adalah dusta dan kekejian. Kecuali jika mereka memahami dari "lazim" (konsekwensi yang dipaksakan) ucapan saya. Padahal kaidah mengatakan: "Lazimul Qaul laisa bil Qaul" (konsekwensi suatu ucapan tidak dinilai sebagai ucapan).


2. Ucapan saya yang dinilai mengandung celaan terhadap Syaikh Rabi' hafidzahullah telah saya nyatakan rujuk darinya. Lihathttp://nasihatonline.wordpress.com/2013/10/06/pernyataan-rujuk-dan-himbauan-untuk-rujuk/


3. Tuduhan bahwa saya membela Rodja juga kedustaan, kecuali mungkin mereka memotong ucapan saya sehingga terkesan membela padahal kenyataannya tidak.


4. Adapun hubungan saya dengan Wahdah Islamiyah telah lama putus dan saya telah lama bertaubat darinya. Sebagaimana Ustadz pembicara tersebut juga pernah punya hubungan dengan WI. Demikian pula Ustadz Dzulqarnain dan banyak ustadz Makassar pernah punya hubungan dengan WI dan mereka telah bertaubat darinya. Dan saya sendiri telah lama menulis sikap rujuk dari WI dan menyingkap kesesatannya. Lihat dihttp://www.darussalaf.or.id/hizbiyyahaliran/mengapa-saya-keluar-dari-wahdah-islamiyah/ 


Wabillahit-Taufiq.

Sumber BBM Ustadz Sofyan Chalid (Abu Abdillah)

Jazahullahkhair kepada Ustadz Sofyan Chalid bahwa apa yang beliau buat (klarifikasi) merupakan langkah paling tepat untuk membungkam sepakterjang pihak-pihak yang terus menerus memancing sebagian duat kedalam pertikaian sehingga mereka terus tersibukkan dari tugas utama mereka.

KEDUSTAAN KEJI YANG DIPAKSAKAN


KEDUSTAAN  KEJI YANG DIPAKSAKAN

Dusta merupakan  hal, yang hampir-hampir menjadi fenomena dalam lingkup kehidupan manusia. Seringkali, di manapun manusia berkumpul dan berbicara, . Jika kita perhatikan di kantor, di pasar, di rumah, di kantin atau di manapun juga.

 Hanya untuk membela pribadi atau kelompok masing-masing dusta di halalkan, sedangkan banyak dalil AlQuran dan Hadits yang mencela perbuatan tersebut,

al-Hâfizh Ibnu Hajar al-'Asqalâni t membawakan riwayat al-Baihaqi yang menurut beliau sanadnya shahih, dari Abu Bakar ash-Shiddîq Radhiyallahu anhu , beliau (Abu Bakar) berkata :

اَلْكَذِبُ يُجَانِبُ اْلإِيْمَانَ

Dusta akan menjauhkan keimanan
( Lihat Fathul Bâri X/508)

Pernyataan Rujuk dan Himbauan Untuk Rujuk




Pernyataan Rujuk dan Himbauan Untuk Rujuk



Telah beredar tuduhan bahwa kami menikam guru kami yang mulia Asy-Syaikh Robi’ bin Hadi Al-Madkhali hafizhahullah dengan menuduh beliau telah menyimpang aqidahnya, juga tuduhan berdusta atas nama Asy-Syaikh Khalid dan Asy-Syaikh Abdullah Al-Mar’i hafizhahumallah tentang pembolehan mendengarkan radio Rodja bagi orang-orang awam, untuk itu ada beberapa catatan yang perlu kami sampaikan:

Dipaksa Karang Cerita Fitnah Jihad “Seksual”, Wartawan TV Lebanon Mengundurkan Diri

Berbagai upaya untuk memberikan citra negatif  terhadap perjuangan mulia umat Islam Suriah melawan Basyar Assad dilakukan media pro rezim Suriah. Termasuk melakukan fitnah keji dengan judul yang juga keji  : jihad ‘seksual’ atau jihad pernikahan. Namun kebohongan demi kebohongan akhirnya terbongkar. Dan wartawan yang memiliki hati nurani, menolak melakukan fitnah keji ini.
Seperti yang dilaporkan situs observers.france24.com (1/10/2013), penipuan ini telah menyebabkan sejumlah wartawan keluar dari pekerjaannya. Misalnya, seorang wartawan bernama Malika Jabbari, yang mengundurkan diri dari pekerjaannya di saluran TV Lebanon “Al-Mayadin”. Pasalnya, ia dipaksa untuk “mengarang cerita jihad pernikahan yang tidak ada faktanya.”
Daftar kebohongan dari fitnah jihad pernikahan sangat jelas. Sebuah snapshot video yang diklaim sebagai “mujahidah Tunisia” oleh sejumlah saluran televisi yang dekat dengan rezim Suriah.  Ternyata merupakan snapshot video para pejuang perempuan Chechnya, yang dibuat pada tahun 2010.
Sejak beberapa minggu lalu, sejumlah media membicarakan secara luas isu “jihad pernikahan”, yang konon diterapkan di sejumlah wilayah yang berada di bawah kendali oposisi bersenjata di Suriah. Dilaporkan seakan-akan ratusan wanita Muslim, yang sebagian besar dari Tunisia sedang pergi ke Suriah. Mereka dikatakan mendermakan diri mereka kepada para mujahidin sebagai bentuk ketakwaan mereka. Tentu, semua itu adalah kabar burung, dan kebohongan semata.

Masjid Syiah

Masjid syiah terbesar diindonesia yang beralamat di: Jl.Raya Hankam RT 04/RW02 No:79 Kel.Jati Ranggon,Jatisampurna,Pondok Gede,Bekasi. Telp : 021-84305546

Di Samping Menjadi Sarana Peribadatan, Masjid Ini Juga Di gunakan untuk :

1. Kajian Tafsir Al-Quran Setiap Ahad Pagi Jam 09:00 Yang Di Bawakan Oleh Ust.Husein Alatas, Ust Othman Omar Syihab,Dan Ust Ali Albahar.

2.Pelajaran Bahasa Arab Untuk Pemula Setiap Hari Sabtu Jam 15:30 Oleh Ust.Hamid Alatas.

3.Pengajian Ibu-Ibu Hari Senin-Kamis Jam 20:30 Oleh Ust.Ali Alhaddad, Dll.

4.Pengajian Anak-Anak Setiap Hari Jam 17:30

5.Tahfidz Al-Quran Setiap Hari Jam 16:00

6.Majelis Dzikir Dan Sholawat Setiap Malam Jumat Jam 20:00

7. Perayaan Asyuro dll.

Padahal dalam suatu wawancara Jalaluddin Rakhmat pernah mengatakan bahwa mereka tidak akan mendirikan masjid khusus Syiah.

Sumber: http://forum-unand.blogspot.com/2013/09/masjid-syiah-terbesar-di-indonesia.html


MASJID ALMAHDI ( MASJID TERBESAR SYIAH DI INDONESIA)

Masjid syiah terbesar diindonesia yang beralamat di: Jl.Raya Hankam RT 04/RW02 No:79 Kel.Jati Ranggon,Jatisampurna,Pondok Gede,Bekasi. Telp : 021-84305546

Di Samping Menjadi Sarana Peribadatan, Masjid Ini Juga Di gunakan untuk :

1. Kajian Tafsir Al-Quran Setiap Ahad Pagi Jam 09:00 Yang Di Bawakan Oleh Ust.Husein Alatas, Ust Othman Omar Syihab,Dan Ust Ali Albahar.

2.Pelajaran Bahasa Arab Untuk Pemula Setiap Hari Sabtu Jam 15:30 Oleh Ust.Hamid Alatas.

3.Pengajian Ibu-Ibu Hari Senin-Kamis Jam 20:30 Oleh Ust.Ali Alhaddad, Dll.

4.Pengajian Anak-Anak Setiap Hari Jam 17:30

5.Tahfidz Al-Quran Setiap Hari Jam 16:00

6.Majelis Dzikir Dan Sholawat Setiap Malam Jumat Jam 20:00

7. Perayaan Asyuro dll.

Padahal dalam suatu wawancara Jalaluddin Rakhmat pernah mengatakan bahwa mereka tidak akan mendirikan masjid khusus Syiah.

Sumber: http://forum-unand.blogspot.com/2013/09/masjid-syiah-terbesar-di-indonesia.html

Kisah Bercadar


[Kronologi Dikeluarkan Mahasiswi Bercadar dari Kampus STIKIM Jakarta]

JAKARTA (voa-islam.com) – Kasus pelarang cadar atau burka yang berujung dikeluarkan seorang mahasiswi bernama Sumayyah dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Maju (STIKIM) Jakarta sangat memprihatinkan.
Kasus tersebut bertambah ironi mengingat Indonesia adalah negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam dan yang mengklaim sebagai negara yang menjunjung tinggi hak asasi manusia (HAM) dan toleransi.
Pelarangan hijab syar’i tersebut juga menunjukkan sikap STIKIM Jakarta yang terindikasi sebagai kampus yang “Anti Terhadap Syari’at Islam”. Pasalnya, cadar adalah busana muslimah yang sangat mulia.
Selain itu, cadar atau hijab syar’i merupakan salah satu syari’at dalam Islam seperti halnya syari’at sholat, zakat, puasa, haji bagi yang mampu dan syari’at Islam lainnya yang sudha diatur dalam Al Qur’an dan Sunah.
…Saya berniat untuk melanjutkan pendidikan kebidanan, lalu memutuskan untuk masuk ke STIKIM. Sebelum pendaftaran, Umi (ibu -red) menghubungi pihak kampus berkenaan persyaratan pendaftaran…
Berikut ini kronologi larangan pengunaan cadar yang berujung dikeluarkan Sumayyah dari di kampus STIKIM Jakarta yang disampaikan Maya –sapaan akrabnya- kepada voa-islam.com pada Ahad (22/9/2013) siang.
>> Saya berniat untuk melanjutkan pendidikan kebidanan, lalu memutuskan untuk masuk ke STIKIM. Sebelum pendaftaran, Umi (ibu -red) menghubungi pihak kampus berkenaan persyaratan pendaftaran.
Setelah itu, Umi menanyakan apakah pihak kampus mempersoalkan cadar atau tidak. Dan pihak kampus memberikan keterangan bahwa mereka tidak mempermasalahkan pakaian termasuk cadar.
Seminggu sebelum tes masuk, saya dan seorang teman memberikan berkas-berkas kepada pihak kampus, kemudian mempertegas kembali pertanyaan orang tua saya berkenaan dengan cadar. Pihak marketing memastikan dan menjamin bahwa tidak akan ada masalah dengan itu.
…Mereka melanjutkan bahwa ada beberapa pihak dari kampus sendiri yang tidak mengizinkan saya memakai cadar selama perkuliahan, termasuk perkuliahan yang di bimbing oleh dosen laki-laki…
Pada tanggal 30 Juni 2013 saya mengkuti tes potensi akademik di kampus tersebut, lalu melihat hasil pengumuman via online pada tanggal 3 Juli 2013 dan saya dinyatakan lulus. Pada tanggal 13 September 2013 saya sudah memulai perkuliahan dan perkuliahan perdana pun berjalan lancar.
Seminggu kemudian, tepatnya hari Sabtu tanggal 21 September 2013 pada mata kuliah jam kedua, tepatnya jam 13.05 WIB, saya mendapat SMS dari Bu Siti selaku Sekretaris Program (Sekpro) yang berisi:
“Sekpro (13.05) : “Aslm, mb sumayah sy Siti_sekpro STIKIM.. Bisa ketemu sy tdk hari ini jam 13 atau jam 16. tk” saya (13.08): Waalaikumsalam.. ibu, maaf saya baru buka. nanti jam 11 dimana ya bu ?? saya (13.39): maaf ibu, kalau sekarang bisa tidak bu, soalnya jam 4 nanti ada kuliah bu. dimana ya bu ? sekpro (15.49) : bs skg mb ? saya (15.51) : bisa ibu. dimana ya bu ? sekpro (15.51) : ruang kajur.”
Saya pun kemudian menemui ibu Sekpro beserta seorang rekannya di ruang pimpinan kampus.
…Jadi, pihak kampus memberikan pilihan yang intinya apabila saya mau mengikuti perkuliahan maka saya harus membuka cadar…
Awalnya mereka memperkenalkan diri sambil menjabat tangan saya. Awalnya saya di tanya kapan saya mulai memakai cadar, lalu perbincangan selanjutnya mengarah pada sikap pihak kampus terhadap cadar yang saya pakai.
Mereka mengatakan bahwa ini adalah kasus spesial dan mereka pribadi tidak melarang dan faham bahwa prinsip saya bersinggungan dengan hak prerogatif (hak istimewa -red) saya kepada Tuhan kata mereka. Tapi mereka menjelaskan bahwa mereka tidak berwenang atas peraturan yang berlaku.
Mereka melanjutkan bahwa ada beberapa pihak dari kampus sendiri yang tidak mengizinkan saya memakai cadar selama perkuliahan, termasuk perkuliahan yang di bimbing oleh dosen laki-laki dengan alasan kalau memakai cadar dosen tidak mengetahui apakah benar itu mahasiswanya atau bukan.
Jadi, pihak kampus memberikan pilihan yang intinya apabila saya mau mengikuti perkuliahan maka saya harus membuka cadar. Atau jika saya memilih tetap mengenakannya, maka kemungkinan terpahit saya akan dikeluarkan dan mereka akan mengembalikan administrasi yang terlanjur saya bayar, sebesar kurang lebih empat juta rupiah.
…Saya menimpali bahwa dari awal orangtua saya sudah berkomunikasi via telepon menjelaskan keadaan saya yang memakai cadar…
Saya menimpali bahwa dari awal orangtua saya sudah berkomunikasi via telepon menjelaskan keadaan saya yang memakai cadar. Tapi kembali lagi mereka minta maaf dan berkata bahwa bukan kami yang membuat peraturan.
Saya pun kemudian menjawab bahwa akan membicarakannya terlebih dulu dengan orangtua, walaupun hati saya saat itu sudah sangat yakin akan mempertahankan cadar saya. Akhirnya saya pulang walaupun masih ada perkuliahan jam terakhir.
Sesampainya dirumah, saya langsung menjelaskan kepada Umi tentang apa yang terjadi di kampus tadi. Sabtu malam Ahad menjadi rutinitas bagi keluarga saya untuk berkumpul. Mayoritas keluarga saya memilih untuk mempersoalkan masalah ini.
…Mayoritas keluarga saya memilih untuk mempersoalkan masalah ini. Menurut mereka hal ini merupakan ketidakadilan dan sikap tidak bertanggung jawab yang dilakukan kampus…
Menurut mereka hal ini merupakan ketidakadilan dan sikap tidak bertanggung jawab yang dilakukan kampus. Kakak saya mengemukakan pendapatnya untuk mengangkat permasalahan ini kepada media, tentunya yang bisa memberikan solusi adalah media islam.
Alhamdulillah setelah menghubungi sejumlah media Islam da jurnalis muslim, mereka menyanggupi untuk membantu dan setuju dengan keputusan keluarga saya yang akan mempersoalkan masalah ini.
Terakhir, pihak kampus memberi informasi agar saya sendiri yang datang pada hari Rabu tanggal 25 September 2013 untuk menerima dana administrasi yang sudah saya keluarkan saat mendaftar. [Khalid Khalifah]

---------------
http://www.nahimunkar.com/kronologi-dikeluarkan-mahasiswi-bercadar-dari-kampus-stikim-jakarta/

(Nahimunkar.com)
[Kronologi Dikeluarkan Mahasiswi Bercadar dari Kampus STIKIM Jakarta]

JAKARTA (voa-islam.com) – Kasus pelarang cadar atau burka yang berujung dikeluarkan seorang mahasiswi bernama Sumayyah dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Maju (STIKIM) Jakarta sangat memprihatinkan.
Kasus tersebut bertambah ironi mengingat Indonesia adalah negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam dan yang mengklaim sebagai negara yang menjunjung tinggi hak asasi manusia (HAM) dan toleransi.
Pelarangan hijab syar’i tersebut juga menunjukkan sikap STIKIM Jakarta yang terindikasi sebagai kampus yang “Anti Terhadap Syari’at Islam”. Pasalnya, cadar adalah busana muslimah yang sangat mulia.
Selain itu, cadar atau hijab syar’i merupakan salah satu syari’at dalam Islam seperti halnya syari’at sholat, zakat, puasa, haji bagi yang mampu dan syari’at Islam lainnya yang sudha diatur dalam Al Qur’an dan Sunah.
…Saya berniat untuk melanjutkan pendidikan kebidanan, lalu memutuskan untuk masuk ke STIKIM. Sebelum pendaftaran, Umi (ibu -red) menghubungi pihak kampus berkenaan persyaratan pendaftaran…
Berikut ini kronologi larangan pengunaan cadar yang berujung dikeluarkan Sumayyah dari di kampus STIKIM Jakarta yang disampaikan Maya –sapaan akrabnya- kepada voa-islam.com pada Ahad (22/9/2013) siang.
>> Saya berniat untuk melanjutkan pendidikan kebidanan, lalu memutuskan untuk masuk ke STIKIM. Sebelum pendaftaran, Umi (ibu -red) menghubungi pihak kampus berkenaan persyaratan pendaftaran.
Setelah itu, Umi menanyakan apakah pihak kampus mempersoalkan cadar atau tidak. Dan pihak kampus memberikan keterangan bahwa mereka tidak mempermasalahkan pakaian termasuk cadar.
Seminggu sebelum tes masuk, saya dan seorang teman memberikan berkas-berkas kepada pihak kampus, kemudian mempertegas kembali pertanyaan orang tua saya berkenaan dengan cadar. Pihak marketing memastikan dan menjamin bahwa tidak akan ada masalah dengan itu.
…Mereka melanjutkan bahwa ada beberapa pihak dari kampus sendiri yang tidak mengizinkan saya memakai cadar selama perkuliahan, termasuk perkuliahan yang di bimbing oleh dosen laki-laki…
Pada tanggal 30 Juni 2013 saya mengkuti tes potensi akademik di kampus tersebut, lalu melihat hasil pengumuman via online pada tanggal 3 Juli 2013 dan saya dinyatakan lulus. Pada tanggal 13 September 2013 saya sudah memulai perkuliahan dan perkuliahan perdana pun berjalan lancar.
Seminggu kemudian, tepatnya hari Sabtu tanggal 21 September 2013 pada mata kuliah jam kedua, tepatnya jam 13.05 WIB, saya mendapat SMS dari Bu Siti selaku Sekretaris Program (Sekpro) yang berisi:
“Sekpro (13.05) : “Aslm, mb sumayah sy Siti_sekpro STIKIM.. Bisa ketemu sy tdk hari ini jam 13 atau jam 16. tk” saya (13.08): Waalaikumsalam.. ibu, maaf saya baru buka. nanti jam 11 dimana ya bu ?? saya (13.39): maaf ibu, kalau sekarang bisa tidak bu, soalnya jam 4 nanti ada kuliah bu. dimana ya bu ? sekpro (15.49) : bs skg mb ? saya (15.51) : bisa ibu. dimana ya bu ? sekpro (15.51) : ruang kajur.”
Saya pun kemudian menemui ibu Sekpro beserta seorang rekannya di ruang pimpinan kampus.
…Jadi, pihak kampus memberikan pilihan yang intinya apabila saya mau mengikuti perkuliahan maka saya harus membuka cadar…
Awalnya mereka memperkenalkan diri sambil menjabat tangan saya. Awalnya saya di tanya kapan saya mulai memakai cadar, lalu perbincangan selanjutnya mengarah pada sikap pihak kampus terhadap cadar yang saya pakai.
Mereka mengatakan bahwa ini adalah kasus spesial dan mereka pribadi tidak melarang dan faham bahwa prinsip saya bersinggungan dengan hak prerogatif (hak istimewa -red) saya kepada Tuhan kata mereka. Tapi mereka menjelaskan bahwa mereka tidak berwenang atas peraturan yang berlaku.
Mereka melanjutkan bahwa ada beberapa pihak dari kampus sendiri yang tidak mengizinkan saya memakai cadar selama perkuliahan, termasuk perkuliahan yang di bimbing oleh dosen laki-laki dengan alasan kalau memakai cadar dosen tidak mengetahui apakah benar itu mahasiswanya atau bukan.
Jadi, pihak kampus memberikan pilihan yang intinya apabila saya mau mengikuti perkuliahan maka saya harus membuka cadar. Atau jika saya memilih tetap mengenakannya, maka kemungkinan terpahit saya akan dikeluarkan dan mereka akan mengembalikan administrasi yang terlanjur saya bayar, sebesar kurang lebih empat juta rupiah.
…Saya menimpali bahwa dari awal orangtua saya sudah berkomunikasi via telepon menjelaskan keadaan saya yang memakai cadar…
Saya menimpali bahwa dari awal orangtua saya sudah berkomunikasi via telepon menjelaskan keadaan saya yang memakai cadar. Tapi kembali lagi mereka minta maaf dan berkata bahwa bukan kami yang membuat peraturan.
Saya pun kemudian menjawab bahwa akan membicarakannya terlebih dulu dengan orangtua, walaupun hati saya saat itu sudah sangat yakin akan mempertahankan cadar saya. Akhirnya saya pulang walaupun masih ada perkuliahan jam terakhir.
Sesampainya dirumah, saya langsung menjelaskan kepada Umi tentang apa yang terjadi di kampus tadi. Sabtu malam Ahad menjadi rutinitas bagi keluarga saya untuk berkumpul. Mayoritas keluarga saya memilih untuk mempersoalkan masalah ini.
…Mayoritas keluarga saya memilih untuk mempersoalkan masalah ini. Menurut mereka hal ini merupakan ketidakadilan dan sikap tidak bertanggung jawab yang dilakukan kampus…
Menurut mereka hal ini merupakan ketidakadilan dan sikap tidak bertanggung jawab yang dilakukan kampus. Kakak saya mengemukakan pendapatnya untuk mengangkat permasalahan ini kepada media, tentunya yang bisa memberikan solusi adalah media islam.
Alhamdulillah setelah menghubungi sejumlah media Islam da jurnalis muslim, mereka menyanggupi untuk membantu dan setuju dengan keputusan keluarga saya yang akan mempersoalkan masalah ini.
Terakhir, pihak kampus memberi informasi agar saya sendiri yang datang pada hari Rabu tanggal 25 September 2013 untuk menerima dana administrasi yang sudah saya keluarkan saat mendaftar. [Khalid Khalifah]

---------------
http://www.nahimunkar.com/kronologi-dikeluarkan-mahasiswi-bercadar-dari-kampus-stikim-jakarta/